Kisah InspiratifPeluang usaha

Kisah Inspiratif, IPK Rendah Picu Muhammad Mugni Sukses Usaha Salep

Muhammad Mugni – Sukses usaha salep. Ketika seorang mahasiswa hendak menyelesaikan studi sarjana pasti berharap akan mendapatkan nilai atau Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang tinggi. IPK tinggi sering dianggap sebagai cermin kecerdasan seseorang.

Selain itu, IPK tinggi juga diyakini memberikan peluang yang baik untuk mendapatkan pekerjaan ditempat bonafit.

Perusahaan atau instansi besar sering memprioritaskan, bahkan sering hanya menerima calon pelamar kerja yang mempunyai IPK tinggi.

IPK tinggi juga sering digunakan sebagai tolak ukur kesuksesan hidup seseorang di masa depan. Namun anggapan tersebut tidak selamanya benar. Justru IPK rendah dapat memicu seseorang untuk bangkit dan sukses usaha salep.

Adalah Muhammad Mugni, seorang pengusaha asal Jambi, justru IPK rendah yang memicunya bangkit dan meraih sukses  usaha salep.

Muhammad Mugni, IPK Rendah Hingga Sukses Membangun Usaha Salep

Muhammad Mugni
Muhammad Mugni. Foto : dokumen pribadi.

Berawal dari keterpurukan dirinya mendapati kenyataan pada saat lulus sarjana mempunyai IPK rendah dan merasa tidak mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan ditempat bonafit, Muhammad Mugni memutar otak agar dapat bertahan hidup di perantauan.

Pada waktu itu sekitar tahun 1997, ketika dirinya baru saja lulus kuliah dari Universitas Jambi, pria kelahiran Riau itu hanya seorang sales obat-obatan.

Muhammad Mugni sering menggelar dagangan di emperan Pasar Angso Duo (pasar induk di Jambi). Bertahun-tahun profesi tersebut dijalani sejak masih duduk di bangku kuliah.

Namun, seiring berjalannya waktu, penghasilan seorang sales obat-obatan tidak dapat menopang hidupnya dengan layak di rantau orang.

Berawal dari usaha kecil – kecilan

Lantas Muhammad Mugni mencoba bereksperimen membangun usaha kecil-kecilan, yaitu membuat salep obat kulit gatal-gatal. Mugni mencoba bereksperimen membuat salep yang terbuat dari daun ketepeng.

Sebagai Sarjana Pertanian, Mugni paham betul bahwa daun ketepeng mempunyai banyak khasiat kesehatan, termasuk untuk obat panu dan gatal-gatal. Disamping itu, daun ketepeng juga mudah didapatkan di Jambi.

Baca5 Peluang Usaha Bisnis yang Lagi Trend, Padahal Dulunya dipandang Sebelah Mata

Tak disangka salep obat gatal-gatal buatan Mugni mendapat respon yang baik dari langganannya. Permintaan salep terus mengalir.

Muhammad Mugni
Salep produksi Muhammad Mugni. Foto : dokumen pribadi.

Produk salep buatan Mugni, awal mula hanya dipasarkan dengan cara menggelar lapak di Pasar Angso Duo dan ‘door to door‘. Kemudian ‘naik kelas’ dipasarkan ke toko-toko dan supermarket.

Dagangan Mugni mendapat respon yang baik, oleh karenanya terus meningkatkan volume produksi. Hingga saat ini salep kulit dengan merk dagang Angso Duo itu telah merajai toko dan supermarket di seluruh daerah yang ada Provinsi Jambi.

Baca jugaBegini Tips Memasarkan Produk Home Industry ke Supermarket

Pada awal usahanya, pria beranak empat ini, hanya memproduksi salep kulit gatal-gatal. Omsetnya saat itu berkisar 4,5 juta per bulan.

Seiring berjalannya waktu, Mugni mengembangkan produknya dengan memproduksi obat gosok dan madu yang berasal dari lebah hutan lokal. Omset yang diraihnya sekarang kurang lebih mencapai 200 juta per bulan.

Kini, laki-laki yang dulu sering membolos dan merasa tidak pintar saat dibangku kuliah’ ini, tidak hanya sukses membangun usaha salep.

Tetapi juga sering diminta menjadi motivator dan trainer bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kota Jambi dan sekitarnya.

Pelajaran yang Dapat Dipetik

IPK tinggi sangat penting. Tetapi IPK rendah bukan malapetaka. IPK rendah yang disertai dengan kegigihan, ketekunan, kerja keras dan doa juga berpeluang besar mengantarkan seseorang meraih kesuksesan. (oen).


Loading...
Baca selengkapnya

Konsultan Program KOTAKU # Training Specialist # Freelance Writer

Artikel terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close